fbpx
banner

Balap Lari Liar, Trend Baru Yang Dianggap Melanggar Hukum

16 September 2020 | Gaya Hidup
Balap Lari Liar
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Maraknya aksi balap lari liar ternyata bukan hanya terjadi di Jakarta, melainkan sampai dengan ke beberapa daerah lain. Sehubungan dengan hal tersebut, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yugo menyatakan bahwa kegiatan tersebut dilarang.

“Enggak boleh, setiap orang tidak boleh tanpa seizin pihak yang berwenang,” begitu tutur Sambodo seperti dikutip dari Medcom, pada Senin (14 September 2020).

Lebih lanjutnya, Sambodo menuturkan kalau aksi tersebut menggangu kegiatan masyarakat, karena aksi balap liar biasanya menutup jalan yang harusnya bisa diakses oleh siapapun.

Bahkan menurutnya para peserta dapat dijerat Pasal 12 ayat 1 Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan. Aturan itu menyebutkan setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang megakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat.

Selain itu para pelanggar juga bisa mendapatkan sanksi pidana mulai dari hukuman penjara selama 18 bulan ataupun sanksi denda sampai dengan maksimum Rp1,5 miliar. Meski demikian, sampai saat ini pihak kepolisian masih kesulitan untuk bisa menangkap para pelanggar.

Baca Juga:  Identifikasi Risiko dengan Memahami 3 Tren Ancaman Siber Ini

(Pembubaran) Kalau bentuk balap liar sepeda motor, balap mobil sering dibubarkan, tapi kalau balap lari karena waktunya hanya sebentar sebentar, kadang kita datangi mereka sudah bubar,” begitu tutur Sambodo.

Sebelumnya larangan aktivitas balap lari liar juga disampaikan oleh Nurhayati Monarfa selaku Wakil Ketua Komisi V DPR, menurutnya selain mengganggu ketertiban umum, ada potensi kalau kegiatan itu memiliki tujuan lain yang melanggar hukum.

Sebelumnya, kejadian balap liar ini terjadi di dua titik yaitu Ciledug dan juga di jalan Boulevard Raya Tangerang. Pada Rabu (9 September 2020), sekitar pukul 01.00 WIB beberapa pemuda kedapat sedang melakukan balap liar, beberapa peserta balap lari liar ini terlihat melakukan lomba sprint sejauh 100 meter dan menariknya ada ratusan orang yang hadir untuk menyaksikan balapan tersebut.

Diluar sebagai ajang olahraga masyarakat kelas bawah, kegiatan ini disinyalir kuat juga dijadikan sebagai ajang perjudian, sama halnya seperti yang kerap terjadi pada balap motor liar.

Baca Juga:  Dukung Penerapan Work From Home Bagi Pekerja, Attendance by Talenta Hadirkan Solusi Pengelolaan Absensi Perusahaan Gratis!