fbpx
banner

Album Media Distorsi ‘Chapter 01: The Beginning’ Dirilis Ulang

2 Mei 2020 | Musik
Media Distorsi

Media Distorsi bisa dibilang sebagai pionir band elektronik di Indonesia. Tumbuh bersama arus musik Britpop di 90an, lalu berkenalan dengan band-band EDM Eropa seperti Underworld atau The Prodigy. Album pertama mereka menghadirkan warna musik berbeda ketika itu.

Berdiri pada tahun 2001, band ini merupakan ‘kelanjutan’ dari Agus Sasongko & FSOP (Future Sound of Pejaten) yang bubar di tahun 2000 dan hanya menghasilkan satu buah album penuh. Chapter 01: The Beginning adalah debut album Agus Sasongko dan Indra7 sebagai Media Distorsi yang menjelajah ruang musik elektronik tanpa dipagari oleh satu sub-genre EDM tertentu. 

Anoa Records merilis ulang album tersebut pada 1 Mei 2020 secara digital. Chapter 01: The Beginning adalah album yang menarik, dirilis bersamaan dengan movement EDM ketika itu di Eropa. Indra7 mengungkapkan album ini diproduksi dalam kurun waktu 2001. Sebagian besar materi direkam di Venus Studio, di bilangan Depok, milik Bongky ‘BIP’ dan sebagian lagi di Studio 18 kepunyaan Levi ‘The Fly’. Untuk mixing dan mastering sendiri, Media Distorsi mempercayakan sepenuhnya kepada Didit Saad sebagai sound engineer.

Progressive, jungle, ambient, breaks, dub, hingga trip-hop dipertemukan menjadi satu dalam album ini yang menghasilkan sebuah karya elektronika yang berbineka. Single utama ketika itu, “Confession part 2”, dan telah memiliki MV di Youtube.

Baca Juga:  Tuhkastura Ajak Dua Musisi Noise-Eksperimental Asal Peru dan Swiss di Rilisan Terbarunya "Live Session at Recofhub"

Media Distorsi, band yang dengan bangga memainkan musik elektronik dan tidak mengesampingkan semangat rock ‘n’ roll-nya, memang hadir di generasi yang berbeda ketika tren musik EDM lokal mulai menunjukkan gairahnya kembali saat itu. Lagu “Born Slippy (Nuxx)” oleh Underworld, yang menjadi hits di film Trainspotting, jelas memantik audiens ketika itu akan musik EDM hingga saat ini. Musik lintas batas dan generasi. Jadi, kenapa tidak untuk merilis ulang album bagus ini?