fbpx
banner

A Curious Voynich Suguhkan “Meninges” Melalui Kacamata Berbeda

9 September 2020 | Musik
A Curious Voynich Suguhkan “Meninges” Melalui Kacamata Berbeda

A Curious Voynich, kuintet post-hardcore asal Kota Bogor, kembali merilis single di tengah huru-hara pandemi.

Grup yang digawangi oleh Gustmar Helmy (Vokal), Dito Buditrianto (Gitar/Vokal), Indra Julianto (Gitar), Dipta Dwiputra (Bass), dan Adith (Drums) ini tetap memilih untuk terus produktif, meski harus terbatasi aturan karantina mandiri. “Meninges” adalah judul single terbaru A Curious Voynich yang dirilis pada Rabu (05/08) yang lalu.

Mengangkat tema yang lebih dalam dibandingkan single pendahulunya “Liar”, ACV kembali memberikan kontribusinya terhadap isu kesehatan mental. “Meninges” mengangkat perspektif seorang pengidap Skizofrenia, yang dibungkus dengan diksi-diksi sederhana. Memahami dunia melalui cara berpikir seorang pengidap Skizofrenia bukan lah perkara mudah, namun melalui “Meninges”, A Curious Voynich mengajak pendengarnya untuk mencoba mengintip kehidupannya melalui kacamata orang ketiga. ACV secara konsisten menyuguhkan peran sebagai teman yang mampu berempati pada setiap keadaan.

Secara teknis, A Curious Voynich masih penuh dengan kejutan. Berbeda dengan “Liar” yang terdengar cukup keras, “Meninges” memberikan rasa nostalgik bagi pendengarnya—namun jauh dari kata membosankan.

Baca Juga:  Efek Rumah Kaca Rilis Album Baru 'Jalan Enam Tiga'

Mendengarkan “Meninges” memunculkan perasaan familiar, sehingga rasanya tidak sulit untuk menikmati single ini. Rasa nostalgik dan familiar tersebut memunculkan sebuah kenyamanan yang abstrak.

Jika mengutip Fadli Aat (Diskoria Selekta), “Kalo film Kuldesak di-remake, (lagu) ini bisa banget buat jadi soundtrack-nya”. Terlepas dari cerita dan konsepnya yang cukup berat, tidak perlu mengeluarkan effort besar untuk mengerti substansi dari “Meninges”.